PDKT Dua Tahun Ujungnya Bikin Nyesek PDKT Dua Tahun Ujungnya Bikin Nyesek

lawakdulu.com Beberapa pendekatan kaum jomblo kadang emang suka bikin ngenes kadang juga mereka yang bikin nyesek bikin makin iba. Tapi justru itu lah yang bikin kita makin sulit menahan gelak tawa,berikut cerita PDKT Dua Tahun Jomblo

Dear Mbak/Mas Mojok yang berpengalaman. Perkenalkan, saya Icha. Saya mahasiswa semester 3 yang sedang kebingungan. Jadi, saya mau minta wejangan dari Mas/Mbak sekalian, yang mungkin punya banyak pengalaman.

Jadi begini, saya itu jomblo sejak lahir. Sedih memang kalau diceritakan. Nah setelah hampir 17 tahun mengembara seorang diri mencari cinta, akhirnya saya mulai merasakan indahnya gombalan pria.

Sekitar dua tahun belakangan—atau sejak saya kelas 12 SMA, si cowok tukang gombal ini mulai deket sama saya. Awalnya dia cuma tanya-tanya soal matematika aja, tapi kok lama-lama jadi chat-chat manja. Uwww~

Sebenarnya awalnya saya juga cukup geli, karena kami memang lumayan akrab sejak SMP. Jadi saya agak heran, kenapa dia bisa berubah begini? Awalnya juga saya nggak mau nganggep dia lebih dari teman karena kita memang sudah kenal dan akrab dari lama. Tapi dianya itu, lho yang suka bikin baper. Suka kasih surprise-surprise manis, ngajakin nonton berdua, makan berdua, dan banyak hal yang biasanya jadi rutinitas orang pacaran.

Saya yang haus kasih sayang ini, tentu saja terbawa suasana. Kadang saya mikir, apakah saya ini istimewa—kayak martabak telor yang telornya enam—buat dia? Nah, tapi sejak dua tahun lalu, kita semacam nggak ada kejelasan dalam hubungan. Saya nggak juga ditembak dia kaya orang kebanyakan.

Di sini saya jadi bingung, maunya dia tuh apa sebenarnya? Kenapa saya tak kunjung ditembak? Saya kan, juga butuh kejelasan dalam hubungan. Padahal teman-teman saya ngira kami sudah pacaran, karena sering mergokin kami berduaan. Tapi nyatanya kosong mlompong.

Kepada Mbak/Mas Mojok yang berpengalaman, mohon beri saya pencerahan. Harus bagaimanakah saya? Masa saya yang nembak dia duluan?

JAWAB

Hai Mbak Icha, btw menjadi jomblo sejak lahir bukanlah hal yang menyedihkan, loh. Bukan juga suatu hal yang memalukan sehingga menganggap itu semua tidak seharusnya terjadi. Fungsi pacaran itu kan sebetulnya sebagai media kita untuk belajar berkomitmen dan bertoleransi. Memang penting dan kalau bisa disempatkan.

Akan tetapi, bukankah hal tersebut juga bisa dipelajari dalam hubungan lain, nggak cuma dalam pacaran doang? Misalnya, mengaplikasikannya di dalam keluarga dengan menjadi anak yang memegang teguh prinsip dalam keluarga, tapi juga belajar menerima segala perbedaan pendapat yang sering kali terasa mengesalkan itu.

Jadi, di mana letak menyedihkannya dengan nggak punya pengalaman dalam berpacaran, Mbak?

Baca Juga : Ada Yang Bulat Tapi Bukan Tekad

Soal hubungan kalian yang penuh kejutan dan bermanja-manja ria yang kayak rutinitas orang pacaran, hmmm, nggak juga. Fyi aja, pacaran itu nggak sekadar manja-manjaan doang, tapi juga tengkar-tengkaran. Apalagi, pacar sering kali terasa seperti anggota keluarga sendiri. Karena muncul perasaan seolah-olah saling memiliki satu sama lain, pertengkaran pun bisa terjadi lebih menyakitkan.

Jadi, tolong ya, sampeyan ubah dulu perspektifnya soal pacaran. Kalau masih seneng-seneng mulu, berarti itu masih masa-masa PDKT bukan pacaran.

Mengenai kejelasan hubungan kalian yang sudah mangkrak selama dua tahunan, kenapa cuma berhenti sebagai sosok yang pasif, Mbak? Kenapa sampeyan hanya menunggu dan berharap untuk ditembak dan dikasih penjelasan? Kenapa nggak sampeyan sendiri aja yang meminta penjelasan dari cowok yang senang nggombalin sampeyan itu?

Iya, jelas membingungkan dan bikin capek. Kalau sampeyan cuma nungguin ditembak kayak gitu tanpa ada usaha pro aktif dan berusaha meminta kejelasan hubungan.

Btw, Mbak, nggak ada masalah kalau sampeyan pengin mengutarakan dulu perasaan yang dipendam selama kalian deket. Biar jelas. Biar clear. Biar sampeyan nggak capek terus menerus menunggu. Atau malah membuang-buang waktu untuk seseorang yang tidak perlu.

Ada Yang Bulat Tapi Bukan Tekad Ada Yang Bulat Tapi Bukan Tekad

lawakdulu.com Bagaimana sebuah kata kata diimplementasikan agar bisa menjadi tetap smart,dan lucu agar semua kalangan bisa menerimanya memang tidak mudah dan cenderung memang sangat sulit apalgi jika kata kata tersebut memiliki makna untuk mengofensifkan suatu pihak. Kata kata ofensif yang kadang dianggap jenaka, itu salah satunya yang sedang meta.

Belakangan tipikal joke ada yang menonjol tapi bukan bakat dan sejenisnya jadi guyonan template. Ngapain dibiasakan sih, lucu nggak malah melecehkan, jingan!

“Ada yang besar tapi bukan harapan….”
“Ada yang tegak tapi bukan keadilan.”
“Ada yang bulat tapi bukan tekad.”
“Ada yang menonjol tapi bukan bakat.”

Template joke ini mudah diikuti. Pokoknya berikan sebuah kalimat negasi yang membandingkan antara subjek dan objeknya dalam sebuah kalimat. Awali dengan kata “ada yang…” dilanjutkan dengan kata “tapi bukan…” maka niscaya kalian merasa sudah lawak.

Kalau indikator lucu cuma pintar melontarkan jokes sambung macam ini, niscaya jumlah pelawak di Indonesia populasinya meledak. Hmmm, siapa itu Sule, siapa Ernest Prakasa? Fufufu.

Tipikal guyon semacam ini sering banget saya temui di Twitter. Awal kemunculannya adalah respons terhadap mbak-mbak joget tiktok yang tetenya terlihat ambyar ke mana-mana. Maka cowo s*ngean langsung merasa boleh untuk menegakkan sesuatu akibat menonton mbak ini? Iya, menegakkan sesuatu yang bukan keadilan.

Saya nggak ngerti si kenapa cowok itu bangga menjadi s*ngean, yang jelas guyonan macam ini bikin agak risih ya. Meskipun mbak-mbak joget tiktok ini sengaja goyang dribel demi dibilang seksi pun, saya jadi lebih kasian.

Sebegitunya patriarki dianggap biasa sampai membentuk kesadaran palsu di kepala perempuan bahwa perempuan yang akan diakui dan diperhatikan adalah mereka yang menjadikan diri sebagai objek seksual. Sungguh damage.

Belakangan guyonan sejenis ‘ada yang menonjol tapi bukan bakat’ ini sampai ke televisi dan diucapkan oleh komentator pertandingan sepak bola. Masalah suporter cewek yang sering dapat catcalling di stadion saja belum selesai, disorot jadi pemanis di bangku penonton akibat kejamnya male gaze. ini malah ditambahin dengan objektifikasi yang nyata.

“Ada yg menonjol tp bukan bakat.”
“Ada yg besar tp bukan harapan.”

Ada yg kosong tp bukan stok masker, tp isi otak kau, komentator mesum.

Kasian jd cewe penggemar bola di Indo. Di stadion dilecehin, sama kameramen disorot sbg “pemanis”, sama komentator dijadikan objek seksual.

Baik saya tahu, si komentator sudah meminta maaf dan menyesal dengan apa yang beliau katakan. Semoga saja mulai saat ini dia punya literasi gender yang bagus dan nggak sembarangan koar-koar di televisi.

Masalahnya nggak semua orang sadar betul kalau tipikal joke ‘ada yang menonjol tapi bukan bakat’ ini emang nggak lucu. Beberapa menganggap cewek-cewek yang merasa dilecehkan saat di stadion itu lebay. Bahkan cewek yang sengaja disorot kamera hanya karena dia cantik saja sama sekali nggak disadari sebagai male gaze alias ini sudut pandang cowok banget woy.

Saya jadi teringat seorang kawan yang entah saking pintarnya atau saking lugunya bertanya, “Emangnya Indonesia masih butuh kesetaraan buat cewek? Lha sekarang cewek udah pada merdeka, terus buat apa?”

Gini ya Mz, selama upah perempuan dan laki-laki tidak adil, selama masih ada pelecehan dan kekerasan seksual, selama masih ada perempuan yang takut jalan sendirian di ujung gang karena takut disuitin bapak-bapak yang mangkal di polisi tidur, maka selama itu budaya kita masih patriarki dan perempuan masih harus berjuang biar setara.

Baca Juga :Tebak Tebakkan Dari Jadul Yang Bikin Kesel

Saya pernah menjajal nonton pertandingan sepak bola di Stadion Maguwoharjo, kayaknya itu adalah kali pertama dan terakhir saya pergi nonton bola secara live. Selain nggak ngikutin banget sama kancah olahraga ini, ketika itu saya jadi korban catcalling, disuit-suitin dan diajak duduk di sebelah pria-pria mesum laknat. Ini yang bikin saya males balik lagi.

Nggak usah tanya baju kali, saya make jilbab, bahkan outer yang nggak ketat.

Belum lagi anggapan cewek yang nonton bola itu ternyata punya stigma lumayan negatif. Beberapa teman saya sempat menganggap saya preman karena berani ikut-ikutan jadi suporter bola. Padahal kalau cowok suka bola anggapannya keren kok cewek malah dicap negatif? Apa-apaan sih ini.

Seorang netizen di Twitter pernah mencuitkan dengan sopan permintaan tulus agar mereka tidak dilecehkan lagi saat nonton. Kalian akan terkejut jika membaca komentar-komentar menjijikan yang mampir di sana.

Dengan kondisi berat sebelah yang patriarki abis ini, kalau beneran ada yang bilang kesetaraan gender nggak berguna, dan masih guyon ‘ada yang menonjol tapi bukan bakat’, shareloc sini. Tak sampluk pembalut bekas.

Tebak Tebakkan Dari Jadul Yang Bikin Kesel Tebak Tebakkan Dari Jadul Yang Bikin Kesel

lawakdulu.com Beberapa tebak tebakkan yang harusnya membawa kita kepada jenaka atau gelak tawa ternyata masih saja ada tebak tebakkan yang suda ada dari jaman jadul tapi bikin kita kesel. Berikut ini beberapa tebak tebakkan dari jadul yang bikin kita muka asem da kesel.

Memberi tebak-tebakan nggak melulu dibalas dengan tawa. Bisa jadi, kamu malah bakal bikin orang lain dongkol setengah mati.

“Buah, buah apa yang bisa nyanyi?”

Pertanyaan tadi meluncur dari mulut Kali, anak Kepala Suku Mojok, Mas Puthut EA. Dari sekian banyak teman-teman yang mendengar, tak ada satu pun yang bisa menjawab tebak-tebakan itu dengan tepat. Kali tertawa, lalu menjawab, “Buah… mad Dhani!”

Hadeh. Bu Ahmad Dhani—alias Mulan Jameela—jelas bisa bernyanyi. Kali benar. Ini soal tebak-tebakan dan plesetan semata.

Tebak-tebakan memang ajaib. Dari dulu, saya nggak terlalu pandai berakrab-akrab dengan orang lain. Di kepala saya, kalau seseorang bertemu dengan orang baru dan nggak punya topik obrolan, itu bakal jadi hal yang sangat awkward. Untuk itulah, kita semua (hah, kita???) membutuhkan tebak-tebakan.

“Buah, buah apa yang suka kerja?” tanya Kali lagi. Tak berapa lama, Kali langsung menjawab, “Buah… pak! Bapak!”

Kami tertawa. Kali cukup berbakat dalam bidang plesetan, ternyata. Di usia yang kira-kira berbeda dua dasawarsa sama saya (wkwkwk), dia bisa-bisanya menyambungkan kata buah dan kata bapak!

Tapi, dari pengalaman menebarkan tebak-tebakan, saya nggak melulu mendapat apresiasi berupa tawa yang menggelegar seperti yang Kali dapatkan. Kadang-kadang, meski ada yang ketawa, ada juga temen saya yang dongkol setengah mati setiap saya mulai bicara, “Aku punya tebakan…”

Padahal—ya ampun tebakan yang disiapkan kan lucu lucu banget, misalnya:

*JENG JENG JENG*

1. Buah, buah apa yang pikun?
Jawabannya: Buah melon, soalnya lupa sama ibunya. Nama lengkapnya: Melon Kondang!

2. Sayur, sayur apa yang bersinar?
Jawabannya: Terong. Kenapa? Soalnya, habis gelap, terbitlah terong.

3. Permen apa yang nggak pernah dimakan juri KDI?
Jawabannya: Permen lolipop, soalnya namanya bukan lolidangdut.

4. Nasi rames kalau lauknya cuma satu jenis, namanya jadi apa?
Jawabannya: Nasi sepis.

5. Guru, guru apa yang nggak gemuk?
Jawabannya: Gurusan. Hehe.

6. Kalau Tara Basro lagi ngelucu tapi nggak lucu, namanya jadi siapa?
Jawabannya: Tara Basreng, soalnya garing.

7. Ikan apa yang cowok?
Jawabannya: Ikan lele. Kalau cewek, namanya jadi ikan nduknduk (catatan: dalam bahasa Jawa, kata “tole” atau “le” digunakan untuk memanggil anak laki-laki, sedangkan “nduk” untuk memanggil anak perempuan).

Gimana sampai di sini? Tebak-tebakannya belum bikin emosi? Oke lanjut gas.

8. Ayam, ayam apa yang nggak bisa dipegang?
Jawabannya: Ayam hilang. Lah wong wujudnya aja masih dicari, gimana mau dipegang?!

9. Alat musik apa yang ditiup?
Jawabannya: Alat musik yang kotor dan berdebu.

10. Sepatu, sepatu apa yang nggak bisa dipakai?
Jawabannya: Sepatu lari. Mau dipakai, eh malah kabur terus.

Baca Juga : KeanuAgl Aja Gak Lucu Apalagi Kamu

Udah 10, masih kurang lima. Lanjut tebak-tebakan lagi.

11. Binatang apa yang jadi nasabah bank?
Jawabannya: Kodok, soalnya kodok ngorek. Ngoreknya beragam; bisa ngorek BNI, BCA, Mandiri, dan lain-lain (kalau masih nggak mudeng, “ngorek” adalah plesetan “norek” alias “nomor rekening”).

12. Ayam, ayam apa yang bikin bingung Pak Pos?
Jawabannya: Ayam… at palsu. Alamat palsu. Hehe.

13. Hantu, hantu apa yang pendek?
Jawabannya: Hantu pocong. Pocong rambut.

14. Makanan ringan apa yang so sweet?
Jawabannya: Chiki. Chiki… ring itii limi pilih tihin ligi ki misih ikin titip mincintiimiiii~ (ini lirik lagu “50 Tahun Lagi”-nya Warna)

15. Bayangkan kamu lagi ada di perahu kecil yang bocor, hampir tenggelam, dan dikelilingi lima ekor hiu. Gimana caramu menyelamatkan diri?
Jawabannya: Ya tinggal berhenti membayangkan, lah. Susah-susah amat.

Jokes Jokes Jayus Yang Dilarang Di Pake Jokes Jokes Jayus Yang Dilarang Di Pake

lawakdulu.com Beberapa jokes jokes mempunyai potensi agar bisa menghasilkan tawa yang pecah. Beberapa jokes jokes ini justru dilarang jika disampaikan,karena jokes ini terksesan jayus dan ngeselin

Jokes sampah #1 Ketika ditanya dari mana jawabnya dari tadi
Sebuah mitos muncul dari guyonan seperti ini. Bilamana ada seseorang yang saat ditanya asalnya dari mana tapi jawabnya dari tadi, dia adalah manusia goa yang datang dari masa lalu. Jokes ini bahkan garing saja belum, lebih tidak layak didengar bahkan dipikirkan.

Masih mending orang yang ditanya dari mana jawabannya dari Namec, terasa lebih masuk akal dan lumayan menggelitik walau hanya 5 volt.

Jokes sampah #2 Habis beli barang dan ditanya, “Kamu beli berapa nih?” jawabnya “Satu.”
Saya pernah punya teman semacam ini dan berakhir di ujung tabokan. Dia beli sebuah Nintendo Switch yang bagi saya, ya ampun keren banget. Di tengah krisis moral bisa-bisanya dia beli mainan baru. Padahal dua hari yang lalu dia mengeluh bokek.

Lalu spontan saya tanya, “Wih, gila, kamu beli berapa sih ini?” Dengan gobloknya dia menjawab, “Satu, hahahaha!”

Tanpa berkata, dan tanpa senyum seujung pun, saya menaboknya dengan mantap. Selain karena sampah, jokes semacam ini bikin kesal. Benar-benar kesal, bukan kekesalan manja ala cewek-cewek gemas itu.

Jokes sampah #3 Saat kenalan pakai pembukaan “Tak kenal maka tak sayang”
Kesan pertama haruslah luar biasa. Sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi saya paham banget ada yang namanya hello effect di mana sebuah kesan pertama akan memengaruhi kesan selanjutnya. Tapi kalau kalian melontarkan kalimat “Tak kenal maka tak sayang” kalian benar-benar mengalami sebuah kesalahpahaman kosmis.

Pertama, kalau kalian bukan pribadi yang humoris, kalian nggak harus berusaha banget melawak saat perkenalan. Kedua, kalimat tak kenal maka tak sayang adalah jokes boomer yang bagi mereka saja sekarang sudah nggak lucu lagi. Ketiga, saking nggak lucunya tak kenal maka tak sayang tidak lagi dikenal sebagai jokes melainkan kalimat nggak penting yang kalau nggak diucapkan nggak bikin dunia kiamat.Bahkan jokes plesetan “Tak kenal maka taaruf” pun sudah nggak disarankan.

Baca Juga : Chat Drama Ojol Bikin Geleng Kepala

Jokes sampah #4 “Nama saya Ajeng, biasa dipanggil nengok.”
Saya kasih tahu, jokes sampah macam ini terkesan tidak natural dan bikin yang mengucapkan kelihatan sok asyik. Lebih baik nggak usah berusaha kelihatan yang paling lucu di forum yang baru kalian datangi, karena kalian nggak tahu siapa yang kalian hadapi. Jangan-jangan ada Ernest Prakasa dan Pandji Pragiwaksono yang dengan mudah mementahkan jokes kalian.

Jokes sampah #5 Tebak-tebakan plesetan sampai mampus
“Lah buroq, itu mah yang masuk DPO!”
“Buron, bego…”
“Ih buron kan ayam geprek!”
“Itu kan Bu Rum!”
“Bu Rum kan yang dipelihara bapak-bapak!”
“Burung!!!”

Begitu terus sampai Donald Trump rambutnya kribo, jokes ini tetap sampah, nggak ada esensinya dan bikin pikiran kita nggak jalan. Dear teman-teman saya yang masih suka guyonan begini, apa tidak capek?

Jokes Sambung Kata Kocak Buah Keisengan Warganet Jokes Sambung Kata Kocak Buah Keisengan Warganet

Lawakdulu.com – Gabut bisa menyerang siapa saja. Mereka yang sibuk pun adakalanya merasakan gabut, apalagi mereka yang nggak ngapa-ngapain. Gabut bersumber dari kesepian. Mau di manapun tempatnya kala kesepian bangkit kamu akan merasakan kebosanan.

Setiap orang punya cara mengatasi gabut. Kami punya saran unik buatmu. Sebuah aktivitas yang terinspirasi dari warganet @kmspya. Dia baru saja membagikan sebuah permainan iseng memelesetkan kata produk yang ditemui di supermarket. Awalnya mungkin terasa aneh, lama-lama kamu akan menikmati kerecehannya. Berikut dibawah ini mengenai beberapa jokes sambung kata kocak buah keisengan warganet :

1. Permainannya cukup simpel. Kamu cukup merespons merek produk dengan melanjutkan kata. Contohnya begini

2. Kalau lihat nugget ini jadi ingat penyanyi lagu “Celengan Rindu”. Itu lo selebtwit yang baru aja nikah

3. Setiap orang pasti pernah berada dalam posisi ini. Nggak enak banget suka sama orang, tapi dianggap bercandaan doang -_-

4. Siapa sih kamu kok berani maksa-maksa. Kamu hanya sebuah kaus, lancang sekali nyuruh-nyuruh manusia 😀

5. Kebanyakan nonton drakor bikin orang jadi halu. Lihat merek tisu langsung inget cara oppa Korea menyapa

Baca Juga : Tanya Jawab di Media Sosial Yang Kocak

6. Ini nih minuman yang menyatukan banyak orang. Berbeda-beda kalau pusing minum ini juga 😀

7. Jangan pernah lihat mata orang Medan lama-lama, apalagi yang kamu belum kenal. Kalau masih nekat jangan kaget kalau diginiin

8. Bedak yang bisa membuatmu terpapar paham terlarang. Tapi kok nggak ada lambang palu aritnya? :))

9. Bukan labelnya yang ngegas, itu kamu aja yang bacanya keliru. Jangan dijeda waktu baca biar nggak salah paham

10. Dari merek camilan aja kamu bisa menciptakan jokes receh semacam ini. You sing you lose

Tanya Jawab di Media Sosial Yang Kocak Tanya Jawab di Media Sosial Yang Kocak

Lawakdulu.com – Memiliki waktu luang dan memanfaatkannya untuk bermain media sosial terkadang akan menemukan humor seru. Humor ini pun terkadang dapat menjadi obat melepas lelah usai menjalani berbagai aktivitas yang menyita energi.

Media sosial pun sering kali menjadi tempat untuk mencari informasi. Banyak orang melontarkan pertanyaan dalam berbagai komentar di media sosial seperti Facebook, YouTube hingga Twitter.

Namun terkadang pertanyaan netizen ini kocak. Maka dari itu netizen lain pun membalas pertanyaan tersebut dengan jawaban yang nyeleneh tapi bikin ngakak. Berikut dibawah ini akan kami bahas mengenai beberapa tanya jawab di media sosial yang kocak :

1. Sebuah pertanyaan serius yang dijawab dengan jawaban kocak, apalagi menghubungkan dengan kartun.

2. Salah tanya, orang yang kaget pun jawab dengan keheranan.

3. Malah ngerjain orang, padahal sudah mau ngasih saran soal memasak.

4. Kocak nih, mungkin jawaban selanjutnya terjadi baku hantam.

Baca Juga : Chat Kocak Cara Driver Ojekol Batalkan Pesanan

5. Sebuah jawaban yang tidak memberi pencerahan.

6. Jawabannya sudah benar, karena proklamasi menjadi momentum awal persatuan bangsa Indonesia

7. Tanya aja terus sampai kontennya jadi trending di YouTube.

Post thumbnail

Lawakdulu.com – Kehidupan driver ojek online selalu penuh lika-liku. Ada saja cerita unik yang dialami mereka. Baik saat berinteraksi dengan pelanggan atau sekadar mengantar barang dan makanan.

Untuk ojek online, pengemudi diharuskan mengambil pesanan yang diberikan oleh perusahaan. Tapi kadang ada saja pengemudi yang ingin membatalkannya.

Cara membatalkannya pun sering kali tak masuk di akal. Seperti di bawah ini dihimpun dari berbagai sumber mengenai beberapa chat kocak cara driver ojekol batalkan pesanan :

1. Lha, seenaknya dia aja

2. Ini kok malah pasrah gitu?

3. Benar juga sih, kalau ada apa-apa yang kena driver

4. Ga sabaran nih keduanya

Baca Juga : Chat Lucu Dosen dan Mahasiswa Kuliah Online

5. Terlalu banyak tempat berhentinya sih

6. Kalau macet gimana bisa cepat?

7. Ga mau kalau disuruh buru-buru ya

8. Ada aja alasannya